Puisi Tentang Alam dan Kebaikannya

Please log in or register to like posts.
Poster.co.id
puisi tentang alam 2

Alam adalah sesuatu yang berada di luar tubuh kita tetapi selalu ada di manapun kita berada.

Keindahan alam tidak semata dari apa yang kita lihat namun dari apa yang kita rasakan dan terima.

Bayangkan apa jadinya kehidupan kita tanpa alam. Kita tidak mungkin bisa menikmati udara segar, air yang bersih bahkan sayuran yang sehat jika bukan karena kontribusi alam.

Oleh karena itu tim Reddif telah menyiapkan puluhan puisi terbaik tentang alam, semata-mata untuk menghargai kebaikan alam itu sendiri.

Aku Menyukai Alam

Aku menyukai suara burung
di pagi hari,
Aku mendengar suara anak-anak anjing segera setelah mereka lahir.

Aku menyukai aroma bunga
dan rasa madu dari lebah.
Aku tenang mendengar suara yang dihasilkan angin saat bertiup melalui pepohonan.

Aku suka cara langit terlihat pada hari yang cerah,
dan bahkan ketika hujan, dengan warna keabu-abuannya.

Aku menyukai aroma lautan, suara ombak di atas pasir,
Aku merasakan seekor kerang berjalan tanpa arah di tanganku.

Dan ketika matahari hilang, aku menyukai bulan yang bersinar begitu terang,
Aku menyukai suara jangkrik dan makhluk lainnya di malam hari.

Dan ketika aku membaringkan diri untuk segera tidur, aku berterima kasih kepada Tuhan,
Untuk semua pemberian dari alam dan terlebih lagi, segala hal yang aku sukai.

Baca Juga:  Sinopsis Koala Kumal, Patah Hati Berujung Dendam

Dengarkan Suaraku

Butuh waktu lama bagiku
Untuk memperbaiki cara hidupmu.
Karena kamu telah menjadi perusak,
Dan kini aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan.

Tanahku penuh dengan sampah
Anak-anakku terlantar.
Mereka semua hidup dalam ketakutan,
Melihat teman-temannya menghilang.

Kamu memperlakukaku seperti lelucon:
Membunuhku dengan asap-mu,
Tidak ada lagi yang alami

Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku?
Apa kamu melihat bekas luka yang aku sembunyikan?

Aku sudah terinfeksi,
Disalahgunakan dan diabaikan.

Apakah kamu mendengar aku menangis?
Aku sakit dan sekarat.
Kamu adalah terapi saya
intai aku dan bebaskan aku.

Perhatikan hak yang pantas aku dapatkan.
Dengar suaraku yang melemah,
Bantu aku mendapatkan kembali ketenanganku.

puisi tentang alam

Itulah Alam

Tepat saat fajar,
ketika semua orang tertidur,
dan kamu bisa mendengar suara angin,
Itu karena pohon-pohon menyuarakannya kepadamu,

Dan ketika burung camar terbang
di atas laut,
dan membisikkan kata-kata riang,
Terbang dengan damai,
menikmati desiran,

Saat matahari terbit,
dan bunga-bunga itu bangun
dari tidur mereka yang manis,
Menari dan bernyanyi,
menikmati mandi mereka,

Dan mata air yang dingin,
menuruni gunung,
Orang-orang menatap dengan damai,
muncul senyum di wajah mereka,
menikmati sebuah pemandangan indah,

Dan ketika burung dan merpati
naik ke langit dan mendarat kembali,
menikmati udara sejuk dan ketenangan.
Dan ketika pohon-pohon telah menanam buah segar,
bagi kita untuk dimakan.

Baca Juga:  Sabtu Bersama Bapak (2016)

Dan ketika matahari terbenam, dan bulan terbit,
meninggalkan warna-warna indah di langit.

Itulah alam..

Setetes Air

Setetes air
adalah setitik cahaya
bersinar di tengah kegelapan

Setetes air
adalah tawa seorang anak
membawa bahagia ke dunia

Setetes air
menyalakan sebuah ruangan
agar terlihat keindahannya

Setetes air
bersatu dengan yang lainnya
demi membawa kehidupan ke dunia

Air Mataku

Saat aku duduk di tengah cahaya malam,
Melihat hari berlalu dengan lambat,
Air mata dari hatiku naik ke mataku.

Di negeri yang jauh, jauh sekali,
Mengejar sesuatu, sesuatu dalam jiwaku
Dan air mataku pun kembali naik

Dan seperti malam menyinariku ketika duduk di tepi laut,
Dengan sinar menari layaknya pemandangan indah,
Air mata ini terus naik dari dalam diriku.

Mungkin memang ini yang harus terjadi
Aku menangisi alam yang menyayangiku
Kini air mataku naik dan mengalir kembali ke lautan.

Last Updated on